Daftar Kuliner Khas Solo Yang Sudah Melegenda Dan Lezat


kuliner khas solo

Kamu tentu sepakat kalau Surakarta slot joker123 atau Solo merupakan kota wisata bersama segudang daya tarik yang dapat memikat hati siapa pun. Salah satu alasannya Solo tetap mempertahankan proses kerajaan layaknya Kota Jogja.

Melihat situasi tersebut, maka nggak heran kalau budaya di kota ini tetap lestari hingga sekarang. Selain kaya bakal cerita sejarah dan budaya, kuliner Solo juga sangat bervariasi serta tenar miliki cita rasa yang lezat, lho!

Nah, ini dia deretan makanan khas Solo yang legendaris dan perlu bikin kamu coba. Ada apa saja?

1. Selat Solo

Selat Solo, itulah nama tidak benar satu makanan khas Solo yang sudah ada sejak era kolonial Belanda.

Kata Selat berasal berasal dari bahasa Belanda yakni Slachtje yang artinya daging hasil sembelihan yang diiris kecil-kecil. Karena pengucapannya yang sulit, penduduk Solo kemudian menyebutnya bersama nama Selat.

Selat Solo miliki wujud serupa bersama olahan steak. Bedanya, Selat Solo miliki cita rasa yang unik dikarenakan mengkombinasikan olahan khas Nusantara dan Eropa.

Sepiring Selat Solo kebanyakan terdiri atas potongan daging sapi anggota has luar, buncis, kentang, selada, wortel, telur rebus, serta acar bawang dan timun.

Setelah itu kuah kecap gurih manis ditambahkan bersama mayones sebagai pelengkap. Selat Solo pun siap disantap!

2. Nasi Liwet

Rekomendasi makanan khas Solo setelah itu adalah nasi liwet. Kuliner ini kerap dikaitkan sebagai simbol penolak bala sekaligus simbol kebersamaan. Dulunya nasi liwet merupakan hidangan khas bagi keluarga istana di Solo, meski kabarnya asal-usul nasi liwet justru berasal berasal dari kalangan rakyat biasa.

Dalam seporsi nasi liwet terdiri atas nasi gurih, telur rebus, memahami dan tempe bacem, suwiran ayam ungkep, sambal goreng ati, sayur labu siam, dan kuah santan kental (kumut).

Rasa gurih yang ada terhadap nasi liwet berasal berasal dari beras yang dimasak bersama santan kelapa bersama tambahan rempah, daun salam, daun pandan, dan serai.

3. Timlo

Di Solo, Timlo biasa disantap untuk sarapan ataupun makan siang. Sejumlah pakar sejarah sepakat kalau asal-usul Timlo nggak lepas berasal dari kuliner khas etnik Tionghoa yakni sup Kimlo.

Seiring berjalannya waktu olahan ini lalu dikenal bersama sebutan Timlo oleh penduduk Solo. Ketika dimakan kuah Timlo dapat beri tambahan gabungan rasa pada sup dan soto.

Bumbu untuk membuat Timlo pun terbilang sederhana. Kuahnya terbuat berasal dari kaldu ayam yang dimasak bersama rempah-rempah layaknya lada, pala, dan bawang putih.

Sementara isian Timlo terdiri atas mi sohun, ayam, telur semur, ayam suwir, wortel, jamur, dan telur gulung. Nggak ketinggalan taburan bawang goreng juga ditambahkan biar rasa kuahnya makin lama sedap.

4. Sup Matahari

Sup Matahari juga kuliner langka di Kota Solo. Nama matahari dipakai dikarenakan penyajiannya dibuat serupa layaknya bunga matahari. Bagi penduduk kira-kira Sup Matahari merupakan simbol harapan bagi pasangan yang menikah. Oleh dikarenakan itu, nggak heran kalau hidangan ini banyak dihidangkan di acara pernikahan.

Sup Matahari terbuat berasal dari campuran jagung, kentang, wortel, jamur kuping, daging ayam, telur dadar. Sedangkan kuahnya dimasak bersama bawang merah dan bawang bombai yang ditumis, lalu terkandung tambahan gula, garam, merica, dan air.

Kalau kamu penikmat makanan pedas, kamu dapat beri tambahan sambal waktu menyantap Sup Matahari.

5. Tengkleng

Hidup di dalam tekanan kolonial Jepang membuat penduduk Solo waktu itu kekurangan bahan pangan. Dalam situasi tersebut, berkenan nggak berkenan mereka perlu memutar otak untuk membuat olahan yang mengenyangkan perut.

Akhirnya jeroan dan tulang kambing pun jadi pilihan. Dulu ke dua bahan tersebut dianggap sebagai limbah yang kemudian dimanfaatkan oleh kaum kecil untuk membuat makanan.

Nah, itulah awal mula terciptanya Tengkleng. Penamaan Tengkleng sendiri diambil berasal dari bunyi kleng…kleng…kleng yang timbul waktu santapan ini dihidangkan di atas piring yang terbuat berasal dari gebreng (material serupa seng).

Kalau sekarang, seporsi Tengkleng miliki isian yang lebih bervariasi. Selain mengfungsikan tulang bersama daging yang tetap menempel serta jeroan, kamu juga dapat beri tambahan kuping, pipi, dan mata kambing sebagai pelengkap.

Untuk isian yang lebih ekstrem, {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} penjaja menawarkan Tengkleng memuat kepala kambing utuh. Mau coba?

6. Brambang Asem

Kalau Madiun miliki pecel sebagai kuliner khasnya, di Solo kamu dapat menemukan Brambang Asem. Hidangan simpel ini miliki cara penyajian serupa bersama pecel. Kalau pecel diisi oleh {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} model sayuran, Brambang Asem cuma memakai daun ubi jalar atau jeglor yang direbus.

Selain itu, bahan untuk membuat bumbu Brambang Asem juga berbeda berasal dari pecel. Bumbu Brambang Asem terbuat berasal dari bawang merah atau brambang yang dibakar, lalu ditumbuk bersama asam jawa, terasi, cabai, dan gula jawa.

Brambang Asem biasa dihidangkan mengfungsikan pincuk daun pisang bersama tempe gembus, yakni varian tempe yang terbuat berasal dari ampas tahu, sebagai pendamping. Bagi penduduk Solo Brambang Asem adalah camilan yang disantap menjelang makan siang.

7. Sate Kere

Dalam bahasa Jawa kere artinya miskin atau nggak miliki uang. Sementara kuliner Sate Kere terlihat dikala rakyat pribumi di zaman pendudukan Belanda mengidamkan menyantap sate, tapi nggak dapat bikin beli daging. Saat itu daging juga makanan mewah yang cuma dapat dinikmati oleh para penjajah dan kaum priyayi.

Seolah nggak mengidamkan berputus asa bersama situasi yang ada, penduduk Solo di era tersebut pun menjadi berkreasi untuk membuat sate berasal dari bahan yang mereka miliki yakni gembus (ampas tahu) atau jeroan sapi. Akhirnya, lahirlah Sate Kere ini.

Untuk membuat Sate Kere, gembus atau jeroan sapi bakal diolah lebih-lebih pernah bersama cara direbus bersama bumbu bacem. Setelah itu, ke dua bahan tadi bakal dibakar dan dihidangkan bersama bumbu kacang layaknya sate terhadap umumnya. Biar lebih kenyang, penduduk biasa menyantapnya bersama irisan lontong.

8. Tahu Kupat

Jika di awalnya kamu pernah nikmati Kupat Tahu, nyatanya kuliner tersebut berbeda bersama Tahu Kupat yang ada di Solo, lho. Sebagai informasi tambahan, Kupat Tahu merupakan makanan khas Magelang.

Tahu Kupat mengfungsikan kol, mi kuning, tahu, bakwan, dan taoge untuk isiannya. Sementara bumbunya terbuat berasal dari campuran kecap manis, bawang putih, garam, gula jawa, gula pasir, dan daun jeruk. Nggak lupa kacang goreng juga irisan daun seledri ditambahkan waktu penyajian.

Buat kamu yang menyukai rasa pedas jangan khawatir, dikarenakan penjaja kebanyakan bakal beri tambahan cabai rawit. Kamu tinggal melumat cabai rawit tersebut untuk membuahkan rasa pedas.

9. Tahok

Rekomendasi makanan khas Solo yang paling akhir adalah Tahok. Menurut asal-usulnya Tahok bukanlah produk asli Solo, melainkan kuliner khas Tionghoa yang pada akhirnya digemari oleh penduduk pribumi di Solo.

Dalam bahasa Tionghoa, Tahok berasal berasal dari kata Tahoa, yakni kacang kedelai yang dilumatkan. Sesuai artinya Tahok terbuat berasal dari kedelai yang dilumatkan, lalu sarinya diambil untuk dipadatkan hingga jadi adonan serupa puding.

Baca Juga : Makanan Khas Kota Serambi Mekah yang Jadi Surga Pecinta Kuliner

Nantinya puding sari kedelai tersebut bakal dihidangkan bersama kuah rebusan jahe, serai, garam, pandan, dan daun jeruk. Sensasi makan Tahok yang dapat menciptakan rasa hangat dikala melalui kerongkongan membuat kuliner ini cocok dimakan waktu pagi atau hawa dingin. Kandungan jahe terhadap Tahok juga disebut dapat mendukung mengobati masuk angin.